Pemerintah akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait insiden meninggalnya lima peserta pelatihan dasar militer (latsarmil) untuk program calon manajer Koperasi Desa (Kopdes). Dalam rapat bersama Komisi I DPR RI di Jakarta, Wakil Menteri Pertahanan, Marsekal TNI Donny Ermawan Taufanto, mengungkapkan bahwa kematian para peserta tersebut dipicu oleh kombinasi faktor kesehatan, lingkungan, dan pola hidup.

Donny memaparkan bahwa kelima peserta tersebut yakni Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari, meninggal dunia karena kondisi kesehatan yang berbeda-beda. Sebagian di antaranya diketahui memiliki penyakit bawaan, sementara yang lain terdampak oleh penularan penyakit paru-paru di pusat pendidikan.

"Secara medis, tiga orang meninggal akibat penyakit jantung dan dua lainnya karena masalah pada paru-paru. Transisi drastis dari kehidupan sipil ke lingkungan barak yang menuntut disiplin tinggi, ditambah faktor kelelahan dan kondisi cuaca ekstrem, turut memperburuk kondisi fisik para peserta yang sebelumnya sudah memiliki keterbatasan kesehatan," jelas Donny.

Sebagai langkah responsif, Kementerian Pertahanan bersama Kementerian Kesehatan telah membentuk tim investigasi gabungan untuk mendalami kasus ini. Selain itu, sebagai bentuk pertanggungjawaban, pemerintah memberikan dana santunan sebesar Rp50 juta kepada keluarga masing-masing korban, ditambah dengan jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Menyikapi tragedi tersebut, pihak kementerian memutuskan untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap program ini. Pelatihan dasar militer bagi calon manajer Kopdes kini resmi ditiadakan dan diganti dengan program pendidikan Bela Negara yang lebih ringan.

Perubahan kebijakan ini juga mencakup durasi pelatihan yang dipersingkat dari satu bulan menjadi hanya dua minggu. Dengan adanya revisi ini, para peserta program tidak lagi diwajibkan mengikuti pelatihan taktis militer atau menyandang status sebagai Komponen Cadangan (Komcad), melainkan difokuskan pada pembinaan wawasan kebangsaan dan Bela Negara.