Berbekal latar belakang pendidikan teknik pertanian dan semangat kewirausahaan yang tinggi, Tran Hoang Nhan berhasil mengubah lanskap ekonomi di Kelurahan Long Duc melalui model budidaya jamur tiram yang modern. Inisiatif yang dimulainya pasca-kelulusan dari bangku universitas ini kini telah berkembang pesat, membuktikan bahwa sektor agrikultur memiliki potensi besar jika dikelola dengan pendekatan teknologi yang tepat.
Kunci keberhasilan Nhan terletak pada integrasi sistem otomatisasi di lahan seluas 50 meter persegi. Dengan memanfaatkan perangkat pengontrol kelembapan dan sistem penyemprotan otomatis, ia mampu menciptakan kondisi pertumbuhan jamur yang stabil serta menekan biaya operasional secara signifikan. Selain itu, ia menerapkan konsep produksi sirkular dengan memanfaatkan kembali substrat sisa panen untuk membudidayakan jamur jerami, sebuah langkah yang tidak hanya efisien secara ekonomi tetapi juga ramah lingkungan.
Secara finansial, model bisnis ini mampu mencatatkan margin keuntungan hingga 30 persen per siklus panen. Keberhasilan ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga Nhan, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat sekitar. Saat ini, usahanya telah menyerap lima tenaga kerja lokal dengan pendapatan harian yang kompetitif, sekaligus menjadi pusat pembelajaran bagi rekan-rekan muda lainnya yang ingin merintis usaha serupa.
Dukungan dari pemerintah dan institusi keuangan turut memperkuat langkah Nhan untuk berekspansi. Melalui kredit preferensial dari Bank Kebijakan Sosial yang difasilitasi oleh Serikat Pemuda Kelurahan Long Duc, ia berencana memperluas area produksi hingga 200 meter persegi. Rencana ini juga akan diintegrasikan dengan pengembangan kebun kelapa berkelanjutan, guna menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih tangguh dan produktif di masa depan.