Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan akhir pekan dengan tekanan yang cukup signifikan. Pada penutupan Jumat (26/6/2026), indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut tergerus 1,72 persen dan bertengger di level 5.896, seiring menguatnya aksi jual oleh para pelaku pasar.

Pelemahan ini bukan sekadar koreksi harian biasa. Berdasarkan catatan tim riset MNC Sekuritas, secara akumulasi mingguan (weekly), IHSG telah terkoreksi sebesar 4,55 persen. Pergerakan indeks bahkan sudah menembus ke bawah level Moving Average 20 hari (MA20), sebuah sinyal teknikal yang mengindikasikan momentum bearish tengah mendominasi pasar.

Dalam analisis gelombang (wave analysis) yang dirilis melalui MNCS Daily Scope pada Minggu (28/6/2026), MNC Sekuritas menilai posisi IHSG saat ini masih berada pada fase wave (b) dari wave [iv]. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa target koreksi minimal yang sebelumnya diproyeksikan telah tercapai, namun risiko pelemahan lanjutan masih terbuka lebar.

"Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.723-5.784," demikian tertulis dalam laporan riset tersebut. Area support ini menjadi level krusial yang perlu dicermati para investor dalam mengantisipasi pergerakan pasar pada pekan mendatang.

Meski prospek jangka pendek masih diwarnai sentimen negatif, MNC Sekuritas tidak menutup kemungkinan adanya penguatan sementara. Jika terjadi rebound, indeks diperkirakan akan menguji resistensi di kisaran 5.912 hingga 5.937 sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya. Pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada dan memperhatikan level-level teknikal tersebut sebagai acuan pengambilan keputusan investasi.