Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan pentingnya peran strategis tenaga bidan sebagai garda terdepan dalam membentuk kualitas kesehatan ibu dan anak. Hal tersebut disampaikan di sela-sela perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang berlangsung di Gedung Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat pada Minggu (5/7/2026).
Edi menyoroti tingginya angka kelahiran di Kota Pontianak yang mencapai 11.667 jiwa pada tahun 2025. Menurutnya, pertumbuhan populasi yang signifikan ini menuntut peningkatan mutu pelayanan kesehatan, terutama bagi ibu hamil, ibu melahirkan, hingga balita. Ia mengingatkan bahwa penurunan angka kematian ibu dan bayi tetap menjadi prioritas pemerintah yang membutuhkan sinergi lintas sektor.
Lebih lanjut, Edi menekankan urgensi pemantauan kesehatan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Fase krusial ini dianggap sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi yang cerdas dan berkualitas guna menyongsong visi Generasi Emas Indonesia 2045. Ia berharap para bidan dapat terus meningkatkan kompetensi profesional mereka agar pelayanan yang diberikan semakin tepat sasaran.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PC IBI Kota Pontianak, Sri Mulyanti, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk melakukan standarisasi pelayanan. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah pembinaan terhadap 34 Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) serta kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mempermudah akses hak anak melalui penerbitan akta kelahiran.
Sri menambahkan bahwa profesi bidan melampaui sekadar pendampingan proses kelahiran. Bidan hadir sebagai mitra pendamping bagi perempuan dan keluarga di setiap fase kehidupan. Melalui semangat pengabdian dan kemanusiaan, organisasi ini akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Pontianak.