Google kembali menghadirkan aplikasi Google Finance untuk pengguna Android setelah layanan serupa sempat diperkenalkan pada 2015 dan kemudian dihentikan. Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan pembaruan besar Google Finance versi web yang kini keluar dari tahap beta.

Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu pengguna memantau data pasar secara real-time, mengikuti perkembangan berita keuangan, serta melakukan riset investasi dengan dukungan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Salah satu fitur utama yang disematkan adalah tombol Ask, yang memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan langsung kepada AI terkait saham maupun dinamika pasar.

Melalui fitur itu, pengguna dapat meminta penjelasan mengenai penyebab kenaikan atau penurunan harga saham tertentu, membaca gambaran kondisi pasar, hingga memperoleh konteks atas pergerakan aset. Meski demikian, Google menegaskan bahwa jawaban AI tidak boleh dijadikan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.

Perusahaan mengingatkan bahwa sistem AI masih berpotensi menghasilkan informasi yang keliru atau tidak akurat. Karena itu, pengguna disarankan memeriksa kembali data keuangan secara mandiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum menentukan langkah investasi.

Google juga menyebut seluruh analisis yang dihasilkan AI hanya bersifat informatif. Materi tersebut disusun dari berbagai sumber pihak ketiga, sehingga tetap memerlukan verifikasi tambahan dari pengguna.

Dari sisi tampilan, aplikasi Google Finance mengusung desain Material 3 Expressive, bahasa visual terbaru Google. Desain ini menampilkan antarmuka yang lebih modern, warna lebih cerah, ikon dan tombol yang lebih tegas, serta animasi yang dibuat lebih halus.

Untuk tahap awal, aplikasi Google Finance tersedia bagi perangkat berbasis Android. Google memastikan versi iOS akan menyusul dan direncanakan meluncur pada akhir 2026. Dalam beberapa bulan ke depan, sejumlah fitur yang sudah lebih dulu hadir di versi web juga akan dibawa ke aplikasi mobile.

Selain merilis aplikasi, Google memperbarui Google Finance versi web dengan fitur Portfolios. Fitur ini berfungsi sebagai dasbor untuk menampilkan seluruh investasi pengguna dalam satu tempat, sekaligus memberikan gambaran kinerja dan komposisi aset yang dimiliki.

Pengguna dapat membuat portofolio dengan mengunggah file PDF atau CSV berisi daftar investasi. Selain itu, Google juga memungkinkan pengguna memasukkan tangkapan layar kepemilikan aset untuk membantu penyusunan data portofolio.

Google turut menyediakan chatbot AI yang dapat membantu menyusun profil investasi berdasarkan informasi yang diberikan pengguna. Setelah portofolio terbentuk, chatbot tersebut dapat menjawab pertanyaan seperti sektor apa yang belum terwakili secara memadai atau bagaimana alokasi aset tertentu berdampak pada potensi pertumbuhan jangka panjang.

Pembaruan lain yang diperkenalkan adalah fitur custom briefing, yakni ringkasan pasar otomatis dengan bahasa percakapan. Pengguna, misalnya, dapat meminta AI mengirimkan ringkasan kondisi pasar setiap hari sebelum bursa dibuka, termasuk perkembangan saham atau aset kripto sepanjang malam.

Ringkasan tersebut nantinya dapat diterima melalui aplikasi Google di Android dan iOS, serta ditampilkan di panel riset Google Finance versi web. Dengan rangkaian pembaruan ini, Google memperluas peran Google Finance dari sekadar layanan pemantau harga menjadi alat riset keuangan yang lebih interaktif.