Ribuan masyarakat Iran terus memadati Aula Besar Mosalla di Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ali Khamenei, tokoh sentral Republik Islam tersebut yang wafat pada usia 86 tahun. Meski suhu udara di ibu kota melonjak hingga 40 derajat Celsius, antusiasme warga untuk hadir dalam prosesi pemakaman yang memasuki hari kedua pada Minggu (5/7) tidak surut sedikit pun.
Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, panitia penyelenggara telah memasang sejumlah alat penyemprot air di area aula guna mendinginkan suasana. Selain itu, barisan sukarelawan tampak aktif mendistribusikan air minum dingin kepada para pelayat yang tampak kelelahan namun tetap bertahan di lokasi.
Suasana duka menyelimuti kompleks Grand Mosalla yang kini dipenuhi bendera hitam sebagai simbol masa berkabung. Di sisi lain, kehadiran bendera merah yang terpasang di dinding-dinding kompleks menandakan semangat kemartiran sekaligus seruan pembalasan atas insiden serangan rudal yang menewaskan Khamenei dan keluarganya pada akhir Februari lalu.
Pemerintah Iran menerapkan protokol keamanan yang sangat ketat di sekitar lokasi. Personel bersenjata disiagakan di berbagai titik, sementara akses kendaraan bermotor dibatasi hingga radius satu kilometer dari pusat prosesi. Seluruh pelayat yang hendak mendekat ke lokasi jenazah diwajibkan melewati prosedur pemeriksaan yang intensif.
Rangkaian upacara penghormatan ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari. Setelah prosesi di Teheran tuntas, jenazah akan dibawa ke Irak untuk melanjutkan rangkaian ritual pemakaman sebelum dikebumikan secara resmi.