Penyelenggaraan operasional ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi bagi jemaah asal Jawa Barat telah rampung dengan catatan kelancaran yang signifikan. Secara keseluruhan, sebanyak 29.676 orang yang terdiri dari jemaah dan petugas telah diberangkatkan melalui embarkasi Jakarta-Bekasi dan Kertajati, dengan angka kematian jemaah yang menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
Meskipun operasional dianggap berjalan sukses, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat menyoroti sejumlah aspek krusial yang memerlukan perbaikan. Kepala Kanwil, Boy Hari Novian, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan menjadi poin utama dalam evaluasi penyelenggaraan untuk musim haji tahun 2027 mendatang.
Salah satu kendala yang teridentifikasi adalah minimnya dukungan tenaga medis di tingkat kelompok terbang akibat ketiadaan Petugas Haji Daerah (PHD) bidang kesehatan. Kondisi ini diperburuk dengan belum optimalnya pembinaan kesehatan calon jemaah sebelum memasuki asrama haji, yang seyogianya menjadi fondasi utama dalam menunjang ketahanan fisik selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Selain masalah medis, evaluasi juga mencakup kendala administratif, seperti migrasi sistem yang sempat menghambat proses pemeriksaan kesehatan dan penetapan istithaah jemaah. Terkait aspek pembinaan, otoritas berencana meningkatkan intensitas bimbingan manasik di tingkat kecamatan serta memperketat regulasi pengawasan terkait praktik badal haji.
Menyongsong persiapan tahun 2027, Kanwil Kemenhaj Jawa Barat berkomitmen untuk melakukan perbaikan sistem lebih dini. Langkah ini mencakup penguatan koordinasi lintas instansi dan peningkatan adaptabilitas terhadap kebijakan Pemerintah Arab Saudi, guna memastikan seluruh rangkaian perjalanan ibadah jemaah berjalan semakin efektif dan terorganisir.