Keluarga Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencatatkan capaian finansial signifikan melalui jaringan bisnis mereka di kawasan Timur Tengah. Sepanjang tahun 2025, operasional bisnis keluarga tersebut di wilayah tersebut berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 300 juta, atau setara dengan Rp 5,39 triliun. Angka ini menempatkan Timur Tengah sebagai kontributor pendapatan asing terbesar bagi Trump Organization saat ini.
Sektor aset digital menjadi pendorong utama arus kas masuk tersebut. Lonjakan signifikan terjadi pasca-penjualan separuh kepemilikan saham di platform kripto World Liberty Financial kepada pihak yang terafiliasi dengan Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan dari Uni Emirat Arab. Transaksi strategis ini sendiri menyumbang dana segar senilai US$ 263 juta atau sekitar Rp 4,73 triliun bagi ekosistem bisnis keluarga Trump.
Di luar sektor teknologi finansial, arus pendapatan juga ditopang oleh sektor properti mewah. Melalui skema kerja sama lisensi dengan pengembang lokal di negara-negara Teluk, Trump Organization terus memperluas portofolio pembangunan menara dan lapangan golf prestisius. Strategi lisensi global ini terbukti efektif, mengingat pendapatan dari sektor ini terus menunjukkan tren kenaikan yang eksponensial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Catatan keuangan menunjukkan adanya peningkatan tajam pada pendapatan lisensi luar negeri, yang melonjak dari posisi US$ 8 juta pada 2023 menjadi US$ 59 juta pada 2025. Pertumbuhan ini diperkuat dengan ekspansi di berbagai negara seperti India, Vietnam, dan Rumania, serta peningkatan performa pada sektor riil domestik seperti resor Mar-a-Lago yang mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 15 persen.
Meski demikian, masifnya keuntungan dari ekosistem kripto yang menembus angka US$ 1,4 miliar tahun lalu turut memicu diskursus publik. Berdasarkan data dari Chainalysis, lonjakan keuntungan dari aset koin meme bermerek personal Trump tersebut terjadi di tengah laporan kerugian yang dialami oleh lebih dari 700 ribu investor kecil, yang menjadi sorotan tersendiri di balik kesuksesan finansial organisasi tersebut.