Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) menunjukkan komitmen serius dalam penguatan program Keluarga Berencana. Momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dimanfaatkan dengan memberikan pelayanan medis berupa Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), yakni Medis Operatif Wanita (MOW) dan Medis Operatif Pria (MOP), bagi masyarakat luas.
Kegiatan yang dipusatkan di RS Medika Mulia Tuban ini diikuti oleh 108 orang peserta. Secara rinci, terdapat 100 akseptor wanita yang akan menjalani prosedur tubektomi, serta 8 akseptor pria yang berpartisipasi dalam program vasektomi. Seluruh calon peserta terlebih dahulu menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan ketat untuk memastikan kesiapan fisik sebelum prosedur tindakan medis dilakukan.
Plt. Kabid P2KB, dr. Triani, menegaskan bahwa inisiatif ini bertujuan menekan angka kehamilan yang tidak direncanakan guna menciptakan keluarga yang lebih sejahtera dan berkualitas. Menurutnya, metode kontrasepsi permanen ini sangat efektif mencegah kehamilan tanpa mengganggu fungsi hormonal maupun aktivitas produktif masyarakat sehari-hari.
Selaras dengan hal tersebut, drg. Roikan, M.H., selaku Plt. Kepala Dinkes P2KB Tuban, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin dengan pihak rumah sakit. Dukungan fasilitas yang memadai dan tenaga medis profesional dinilai menjadi kunci utama keberhasilan pelayanan KB massal ini, sehingga seluruh tahapan medis dapat berjalan sesuai prosedur operasional standar.
Direktur RS Medika Mulia, dr. Hartono, menyatakan kesiapan institusinya dalam mendukung penuh program pemerintah daerah tersebut. Pihaknya memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari pemeriksaan awal hingga tindakan pasca-operasi, telah ditangani oleh tim medis yang kompeten guna menjamin keamanan dan kenyamanan bagi para akseptor.