Anggota Komisi VI DPR RI, Doni Akbar, mendesak PT Pos Indonesia untuk segera melakukan transformasi digital secara menyeluruh. Hal ini dinilai krusial guna memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain utama dalam industri logistik nasional di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Doni menekankan bahwa keunggulan infrastruktur dan jaringan PT Pos yang menjangkau hingga pelosok negeri harus segera dikonsolidasikan dalam sistem manajerial yang lebih efisien. Tanpa integrasi yang solid, aset besar tersebut berisiko tertinggal oleh fleksibilitas perusahaan logistik swasta yang terus berinovasi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa transformasi tidak boleh sekadar menjadi jargon. PT Pos Indonesia perlu melakukan terobosan nyata dalam tata kelola bisnis, dengan memprioritaskan sektor logistik dan marketplace sebagai penggerak utama pertumbuhan korporasi.
Keberhasilan perusahaan pelat merah ini nantinya akan diukur dari kemampuan dalam menekan biaya logistik nasional serta daya saingnya di pasar. Doni mengingatkan bahwa pasar saat ini menuntut efisiensi tinggi, sehingga perusahaan tidak bisa lagi hanya mengandalkan rekam jejak historis sebagai instansi pos nasional.
Sebagai penutup, Doni menyarankan agar PT Pos Indonesia memperkuat kolaborasi strategis dengan sesama BUMN maupun sektor swasta. Ia berharap sinergi ini dapat memperkuat konektivitas nasional tanpa membebani kinerja operasional perusahaan dalam menjalankan penugasan negara.