Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kini tengah menggenjot sektor hilirisasi ubi kayu sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi daerah. Langkah ini dipaparkan langsung oleh Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, dalam Forum Bisnis Daerah (Forbisda) yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).
Dalam forum tersebut, Asri menegaskan pentingnya pergeseran paradigma ekonomi bagi pemerintah daerah. Ia menilai, mengandalkan penjualan komoditas primer saja tidak lagi memadai. Oleh karena itu, Deli Serdang berkomitmen membangun ekosistem agroindustri yang mengintegrasikan sektor hulu hingga pengolahan hasil panen, guna menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi kesejahteraan petani lokal.
Data menunjukkan bahwa Deli Serdang memiliki potensi yang sangat menjanjikan dengan luas lahan budidaya ubi kayu mencapai lebih dari 12.400 hektare. Produksi komoditas ini pun terus mencatatkan tren kenaikan yang konsisten, bahkan mencapai angka 109.310 ton dalam kurun waktu terakhir. Berbagai kecamatan seperti Kutalimbaru, Sibolangit, hingga Hamparan Perak telah ditetapkan sebagai sentra produksi utama.
Transformasi ekonomi ini terbukti memberikan dampak nyata. Asri mencontohkan, perbedaan harga yang mencolok antara penjualan ubi kayu mentah sebesar Rp1.500 per kilogram dibandingkan produk olahan keripik yang mampu menembus harga Rp36.000 per kilogram. Keberhasilan ini bahkan telah dibuktikan oleh pelaku UMKM lokal seperti UD Kreasi Lutvi, yang sukses mengekspor produk olahannya ke pasar mancanegara, termasuk Malaysia dan Korea Selatan.
Guna mendukung keberlanjutan sektor ini, Pemkab Deli Serdang terus memberikan dukungan penuh melalui penyediaan bibit unggul, infrastruktur jalan usaha tani, hingga akses permodalan KUR. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan nilai tambah produk sebesar 40 persen serta memperbanyak jumlah UMKM tersertifikasi menjadi 300 unit usaha, sebagai bagian dari visi besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah.