Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menjalin kemitraan strategis dengan Persatuan Sepak Bola Jalan Kaki Seluruh Indonesia (Persejasi). Kolaborasi yang diresmikan di Yogyakarta ini bertujuan memasyarakatkan olahraga sepak bola jalan kaki atau walking football, khususnya bagi kelompok usia di atas 50 tahun.

Target ambisius telah ditetapkan oleh kedua pihak, yakni membentuk 1.000 komunitas di seluruh pelosok negeri. Jaringan luas Muhammadiyah, mulai dari perguruan tinggi, sekolah, hingga unit layanan kesehatan, akan menjadi tulang punggung dalam menyebarluaskan inisiatif ini. Infrastruktur organisasi yang solid dinilai sebagai modal utama agar program ini dapat segera terealisasi di masyarakat.

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menyoroti bahwa banyak warga Muhammadiyah memiliki antusiasme tinggi terhadap sepak bola namun terbentur batasan fisik seiring bertambahnya usia. Menurutnya, adaptasi sepak bola dengan intensitas rendah ini menjadi solusi tepat untuk menjaga kebugaran warga tanpa risiko cedera yang tinggi.

Ketua Persejasi, Hendra Hartono, menjelaskan bahwa gerakan ini bermula dari keprihatinannya terhadap banyaknya lansia yang mengalami gangguan kesehatan saat memaksakan diri mengikuti sepak bola konvensional. Kini, dengan bimbingan medis melalui jaringan rumah sakit Muhammadiyah, walking football diharapkan tidak hanya meningkatkan Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) nasional, tetapi juga menjadi sarana edukasi preventif terhadap penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes.

Sebagai langkah konkret, kedua organisasi kini tengah menyiapkan turnamen internal bertajuk Muhammadiyah Walking Football Championship. Ajang ini nantinya akan menjadi bagian dari persiapan menuju Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS). Tidak hanya terbatas di dalam negeri, jaringan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di luar negeri pun akan dilibatkan untuk mempopulerkan olahraga rekreasi ini ke kancah internasional.