Grup telekomunikasi terkemuka asal Vietnam, Viettel Group, kembali menunjukkan taji di kancah teknologi global dengan menyabet 19 penghargaan dalam Globee Awards for Technology 2026. Capaian ini menempatkan Viettel sebagai peraih penghargaan terbanyak dalam kompetisi tersebut selama tiga tahun berturut-turut, sekaligus menegaskan keunggulan solusi mereka di bidang kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, hingga infrastruktur telekomunikasi.

Dari total penghargaan yang diraih, sebanyak 13 di antaranya merupakan predikat Emas, termasuk untuk platform keuangan digital Viettel Money dan solusi automasi ritel TESSEL.AI. Kesuksesan ini mencakup berbagai inovasi strategis, mulai dari sistem pemantauan jaringan iSpectra hingga pemanfaatan teknologi drone untuk misi kemanusiaan dan bantuan bencana, yang membuktikan diversifikasi produk teknologi perusahaan tersebut.

Di sisi lain, peta industri semikonduktor dunia kini tengah menghadapi dinamika besar. Produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, secara resmi mengumumkan rencana investasi fantastis senilai 64,4 miliar dolar AS. Dana jumbo tersebut difokuskan pada pembangunan fasilitas manufaktur chip memori NAND Flash serta fasilitas pengemasan chip mutakhir yang ditargetkan beroperasi secara bertahap hingga tahun 2029.

Langkah strategis SK Hynix ini diambil merespons lonjakan permintaan global terhadap komponen pendukung kecerdasan buatan (AI) dan pusat data. Dengan sokongan investasi dari pemerintah Korea Selatan, proyek ini diproyeksikan mampu melipatgandakan kapasitas produksi chip negara tersebut dalam kurun waktu lima tahun ke depan, sekaligus memperkuat posisi produsen Korea Selatan dalam persaingan ketat dengan rival global lainnya.