Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda memberikan klarifikasi tegas terkait isu dugaan manipulasi dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP untuk tahun ajaran 2026/2027. Instansi tersebut memastikan bahwa infrastruktur digital yang dirancang untuk proses seleksi jalur zonasi berjalan normal tanpa kendala teknis.

Kepala Diskominfo Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah, menjelaskan bahwa kapasitas lembaganya dalam proses ini terbatas pada peran sebagai pengembang dan pengelola sistem. Ia menekankan bahwa Diskominfo tidak terlibat dalam operasional teknis di lapangan, sehingga segala kendala prosedural sebaiknya dikonsultasikan langsung kepada tim SPMB terkait.

Menanggapi keluhan orang tua murid mengenai perubahan titik koordinat domisili yang menyebabkan anak mereka gagal masuk ke sekolah pilihan, Syarif menduga adanya kekeliruan saat proses penginputan data. Ia mencontohkan, terdapat oknum pendaftar yang secara sengaja menggeser titik koordinat domisili agar mendekati sekolah favorit, yang tidak sesuai dengan alamat resmi pada KTP.

Syarif menjamin bahwa sistem database SPMB telah diproteksi dengan keamanan tinggi untuk mendeteksi tindakan tersebut. Setiap upaya pergeseran koordinat yang tidak sinkron dengan dokumen kependudukan akan terekam secara digital dan segera teridentifikasi saat tahap verifikasi data berlangsung.

"Saya pastikan sistem tidak bisa dimanipulasi. Jika ada yang mencoba mengubah titik lokasi, ketidaksesuaian antara riwayat digital dan alamat KTP akan langsung terbaca oleh sistem kami," tegas Syarif saat ditemui di DPRD Samarinda.