Tokopedia, platform e-commerce yang sempat menyandang status unicorn dengan valuasi melampaui US$1 miliar, kini tengah menempuh langkah efisiensi organisasi. Kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) muncul seiring dengan langkah perusahaan melakukan penyelarasan pada divisi riset dan pengembangan (R&D) pasca integrasi operasional di bawah naungan ByteDance pada tahun 2024.

Juru bicara TikTok menyatakan bahwa langkah penataan ulang ini bertujuan untuk memperkuat fondasi bisnis guna memastikan keberlangsungan pertumbuhan jangka panjang. Fokus utama dari strategi ini mencakup optimalisasi ekosistem bagi komunitas kreator serta para mitra penjual yang beroperasi di dalam platform Tokopedia.

Perjalanan Tokopedia bermula saat didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada 17 Agustus 2009. Seiring berjalannya waktu, perusahaan ini mencatatkan sejarah sebagai entitas Indonesia pertama dalam portofolio investasi global Softbank dan Sequoia pada 2014. Reputasi Tokopedia semakin menguat setelah meraih suntikan dana sebesar US$1,1 miliar dari Alibaba Group pada 2017.

Tren positif berlanjut pada tahun 2018 ketika Tokopedia kembali mendapatkan pendanaan jumbo dari Softbank Vision Fund dan Alibaba Group. Puncaknya, pada tahun 2020, perusahaan dinobatkan sebagai entitas teknologi dengan laju pertumbuhan tercepat di Indonesia dalam daftar Asia Pacific Technology Fast 500 versi Deloitte Touche Tohmatsu, yang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain kunci dalam industri ekonomi digital tanah air.