Daud Joseph resmi melepaskan jabatannya sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia per Kamis, 2 Juli 2026. Keputusan ini diambil setelah tiga bulan masa tugasnya dalam mengawal agenda reformasi keuangan, operasional, dan tata kelola di perusahaan logistik pelat merah tersebut.

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, menjelaskan bahwa pengunduran diri tersebut didasari oleh pertimbangan Daud mengenai kompleksitas restrukturisasi yang membutuhkan keahlian spesifik. Menurut Daud, fase transformasi Pos Indonesia ke depan memerlukan figur pemimpin dengan kualifikasi yang lebih fundamental untuk menyelesaikan tantangan yang kian menumpuk.

Di balik pergantian kepemimpinan ini, Danantara kini tengah melakukan pembenahan besar-besaran di tubuh PT Pos Indonesia. Melalui proses uji tuntas (due diligence) yang intensif, pihak Danantara mengungkapkan adanya berbagai persoalan warisan masa lalu, termasuk indikasi penyimpangan dan rekayasa keuangan yang terakumulasi selama bertahun-tahun.

Rohan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi praktik yang mencederai tata kelola perusahaan yang bersih. Seluruh temuan yang ada saat ini sedang dalam proses investigasi dan audit mendalam agar dapat ditindaklanjuti secara hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menanggapi kabar tersebut, Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan, menyatakan bahwa pihak perusahaan menghargai keputusan pribadi yang diambil oleh Daud. Perusahaan juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan Daud selama menjabat. Hingga saat ini, Danantara tengah menyiapkan sosok pengganti untuk memastikan agenda restrukturisasi tetap berjalan guna mengembalikan integritas serta kesehatan finansial PT Pos Indonesia.