Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar secara resmi menuntaskan target vaksinasi tahap kedua untuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi hewan ternak ruminansia. Hingga akhir Juni 2026, tercatat sebanyak 8.000 ekor sapi dan kerbau di wilayah tersebut telah menerima suntikan vaksin, sekaligus mencatatkan capaian target 100 persen.
Plt. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Gianyar, I Made Dwitemaja, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan langkah preventif krusial guna menjaga kesehatan populasi ternak sekaligus mendongkrak produktivitas sektor peternakan lokal. Pihaknya kini tengah menyiapkan agenda vaksinasi tahap ketiga yang dijadwalkan bergulir pada September mendatang, dengan fokus utama menyasar ternak kelahiran baru, sapi yang belum sempat divaksinasi, serta ternak pendatang.
Di sisi lain, kesadaran peternak lokal dalam menjaga kesehatan hewan ternak kini menunjukkan tren positif. Banyak peternak kini lebih memilih untuk membeli sapi dari wilayah terdekat agar rekam jejak kesehatan ternak lebih terpantau, sekaligus sebagai bentuk proteksi mandiri dari penyebaran penyakit menular.
Selain PMK, Pemerintah Kabupaten Gianyar juga terus menggenjot vaksinasi rabies sebagai bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat. Hingga akhir Juni 2026, realisasi vaksinasi rabies telah menyentuh angka 71.231 ekor atau setara dengan 88,32 persen dari target sasaran 79.915 ekor. Pelaksanaan vaksinasi PMK dan rabies yang dilakukan secara terintegrasi dinilai lebih efektif dan efisien dari sisi operasional.
Meski capaian cukup progresif, tantangan di lapangan masih ada, khususnya terkait keberadaan anjing liar yang kerap berkeliaran di area publik. Untuk mengantisipasi risiko penularan, pemerintah terus melakukan sosialisasi intensif kepada perangkat desa hingga kebijakan eliminasi selektif terhadap anjing liar yang berpotensi membawa virus.