PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Region III Palembang kini memasuki babak baru dalam operasionalnya. Menyusul penyelesaian transformasi sistem teknologi informasi (IT) yang tuntas pada pertengahan Mei 2026, bank ini menyatakan kesiapannya untuk menggenjot digitalisasi layanan keuangan di wilayah cakupan kerjanya.
Regional CEO BSI Palembang, Ari Yusnairy Muslim, menjelaskan bahwa transformasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing perbankan syariah nasional. Proyek berskala besar yang melibatkan 1.500 personel ini mencakup migrasi data serta pembaruan sistem core banking ke versi R24. Proses yang berjalan di bawah supervisi ketat regulator dan Danantara Indonesia ini memastikan seluruh operasional tetap aman dan terintegrasi.
Dengan jangkauan operasional yang meliputi enam provinsi di Sumatera, BSI Region III Palembang berkomitmen menghadirkan layanan yang lebih kompetitif. Ari menegaskan bahwa fokus utama pengembangan digital saat ini akan diarahkan pada sektor bisnis emas dan haji, sejalan dengan peran BSI sebagai bank syariah sekaligus bank bullion.
Data kinerja hingga Maret 2026 menunjukkan performa yang impresif di wilayah Palembang. Tercatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 23,9 persen secara year-on-year, sementara sektor pembiayaan tumbuh sebesar 26 persen. Segmen tabungan emas pun mencatatkan lonjakan signifikan, yakni mencapai 406,5 persen, yang menjadi bukti nyata efektivitas strategi penetrasi pasar digital yang dilakukan oleh BSI.