Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Gorontalo kini menempatkan kesehatan aparatur sebagai prioritas utama dalam mendukung efektivitas pelayanan publik. Langkah ini diwujudkan melalui rangkaian kegiatan promotif dan preventif, termasuk senam pagi bersama, pemeriksaan kesehatan mata, hingga edukasi mendalam mengenai deteksi dini penyakit tumor dan kanker.

Kepala Bapenda Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, menegaskan bahwa kualitas pelayanan kepada masyarakat sangat bergantung pada kondisi fisik dan mental para aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, kesehatan bukan sekadar aspek personal, melainkan investasi strategis bagi instansi untuk menciptakan kinerja yang lebih profesional dan produktif.

"Kami berkomitmen membangun budaya hidup sehat. Melalui olahraga rutin dan edukasi medis, kami mendorong seluruh staf untuk lebih responsif terhadap kondisi kesehatan diri sendiri. Prinsip pencegahan jauh lebih berharga daripada tindakan pengobatan," ujar Danial dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Danial mengungkapkan bahwa tolok ukur kesuksesan instansi tidak terbatas pada capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Keberlanjutan organisasi sangat bergantung pada kesejahteraan sumber daya manusia yang menggerakkannya. Dengan kondisi prima, integritas dan efisiensi kerja pegawai diyakini akan terjaga secara konsisten.

Program ini juga menjadi sarana strategis untuk mempererat tali silaturahmi serta menjaga kekompakan antarjajaran di lingkungan Bapenda dan Dharma Wanita Persatuan (DWP). Upaya deteksi dini ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kesehatan serius yang kerap muncul akibat kurangnya kesadaran preventif, sekaligus menjaga stabilitas kinerja organisasi di masa depan.