Bank of Canada (BoC) dijadwalkan merilis Survei Prospek Bisnis untuk kuartal kedua, sebuah laporan krusial yang dinanti para analis untuk mengukur bagaimana sektor korporasi Kanada merespons dinamika harga energi yang fluktuatif dalam beberapa bulan terakhir. Ekonom dari Royal Bank of Canada (RBC), Nathan Janzen dan Abbey Xu, menekankan bahwa data ini menjadi indikator penting mengenai stabilitas sentimen bisnis setelah sempat menunjukkan tren positif pada kuartal pertama.

Perhatian utama dalam survei ini terletak pada kemampuan perusahaan dalam mempertahankan rencana investasi serta proyeksi ketenagakerjaan di tengah tekanan inflasi yang mendasar. Meskipun harga komoditas energi, khususnya minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), sempat mengalami lonjakan signifikan pada periode survei, para ekonom memproyeksikan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang akan tetap terjaga di kisaran target 2% yang ditetapkan oleh otoritas moneter.

Selain sentimen bisnis, data perdagangan luar negeri bulan Mei juga akan menjadi sorotan pasar pekan ini. Proyeksi awal menunjukkan perlambatan pada laju ekspor menjadi 0,6% dibandingkan bulan sebelumnya, sementara impor diprediksi mengalami penurunan tipis. Moderasi di sektor perdagangan ini diperkirakan terjadi sebagai dampak langsung dari stabilisasi harga energi dan melambatnya arus pengiriman di sektor otomotif.

Hasil survei ini akan menjadi tolok ukur bagi Bank of Canada dalam menentukan arah kebijakan ekonomi ke depan. Para pengamat pasar akan mengamati secara seksama apakah tekanan inflasi yang dirasakan oleh pelaku usaha mulai meluas ke sektor lain atau tetap berada dalam koridor kendali kebijakan moneter yang moderat.