Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah melayangkan peringatan keras kepada Israel terkait rencana operasi militer yang menargetkan tokoh senior Iran. Langkah preventif ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa upaya pembunuhan terhadap Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dan Ketua Parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf, akan menggagalkan seluruh proses diplomasi damai yang tengah diupayakan.

Kekhawatiran Washington memuncak setelah muncul indikasi bahwa Israel berupaya menyergap pesawat yang membawa Ghalibaf saat kembali dari Pakistan pada pertengahan April lalu. Insiden tersebut memaksa pesawat melakukan pendaratan darurat di Mashhad, Iran, yang kemudian disusul dengan evakuasi darat selama delapan jam untuk memastikan keselamatan sang pejabat.

Laporan yang dihimpun menunjukkan bahwa otoritas AS melibatkan pihak ketiga melalui sekutu di Timur Tengah untuk menyampaikan peringatan rahasia tersebut. Washington menilai, jika sosok negosiator kunci dari pihak Iran gugur akibat operasi intelijen Israel, maka peluang untuk melanjutkan dialog gencatan senjata akan tertutup sepenuhnya.

Sebelumnya, Pakistan dilaporkan telah melakukan intervensi diplomatik dengan mendesak AS agar menekan Israel untuk menghapus Araghchi dan Ghalibaf dari daftar target operasi mereka. Hal ini dipicu oleh preseden buruk di mana sejumlah figur penting Iran telah tewas dalam operasi militer Israel sejak awal konflik pada Februari lalu, yang dinilai kontraproduktif bagi upaya stabilisasi kawasan.