Grup bisnis milik Hashim Djojohadikusumo, Arsari Group, telah merampungkan akuisisi strategis atas PT Infra Fiber Teknologi (IFT) dari PT Indosat Tbk (ISAT). Transaksi bernilai jumbo, yakni mencapai Rp11,71 triliun, ini menandai langkah ekspansi signifikan Arsari Group ke sektor infrastruktur digital melalui anak usahanya, PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT).
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, akuisisi ini melibatkan pengalihan 84,9 persen saham IFT dari Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta kepada NFT. Langkah ini memperkokoh posisi NFT sebagai pemegang saham pengendali baru yang menguasai aset jaringan serat optik IFT di seluruh wilayah operasional.
Di sisi lain, Indosat tetap mempertahankan kepentingan ekonomi yang substansial. Melalui mekanisme inbreng atau penyertaan modal, Indosat dan Lintasarta kini memegang kepemilikan gabungan sebesar 49,68 persen saham di NFT. Hal ini memungkinkan perseroan untuk terus menikmati potensi pertumbuhan jangka panjang bisnis infrastruktur fiber nasional meski tidak lagi menjadi pengendali langsung.
Bagi Indosat, dana segar yang diperoleh dari transaksi ini menjadi bagian dari strategi optimalisasi aset perusahaan. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat struktur permodalan sekaligus menjaga keberlanjutan eksposur perusahaan terhadap industri infrastruktur telekomunikasi yang terus berkembang pesat.