Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong, menyoroti urgensi stabilitas politik sebagai fondasi utama dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Dalam debat perdana yang berlangsung di Jambi, ia menegaskan bahwa angka ambisius tersebut tidak akan tercapai tanpa adanya kepastian regulasi serta sinergi yang solid antara pemerintah dan dunia usaha.
Anthony berpendapat bahwa optimisme makro saja tidak cukup. Menurutnya, kepercayaan pasar dan minat investor sangat bergantung pada konsistensi kebijakan serta ketenangan iklim politik domestik. Ia membandingkan Indonesia dengan berbagai negara maju yang berhasil mencatatkan pertumbuhan tinggi berkat fondasi politik yang stabil dan koordinasi pemerintahan yang efisien tanpa adanya polarisasi yang menghambat agenda pembangunan.
Dalam pidatonya, Anthony memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, atas peran mereka sebagai figur pemersatu. Ia menilai kepemimpinan yang inklusif merupakan 'jembatan' krusial untuk merajut kepentingan nasional, yang pada gilirannya menjaga momentum investasi di tengah tantangan global yang dinamis.
Lebih jauh, Anthony menegaskan bahwa HIPMI harus bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah yang lebih berdampak. Ia mendorong pengusaha muda untuk tidak sekadar fokus pada jaringan organisasi, melainkan aktif berkontribusi dalam industrialisasi, pengembangan UMKM, dan pemanfaatan teknologi guna mendukung agenda ekonomi nasional yang lebih kompetitif di kancah global.
Dengan mengusung semangat 'melaju bersama, berdampak nyata', Anthony berkomitmen menjadikan HIPMI sebagai rumah besar yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjadi motor penggerak bagi kemajuan pengusaha daerah. Baginya, stabilitas politik dan kolaborasi adalah kunci utama untuk menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.