Pemerintah Indonesia kini tengah memacu pengembangan sektor pariwisata olahraga (sport tourism) sebagai salah satu mesin penggerak ekonomi nasional yang baru. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan bahwa langkah ini dilakukan sebagai respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan dampak ekonomi nyata di berbagai daerah hingga tahun 2029.
Dalam upayanya, Kemenpora aktif melakukan sinergi dengan Kementerian Pariwisata serta organisasi terkait seperti Ikatan Motor Indonesia (IMI). Fokus utama dari kolaborasi ini bukan sekadar menyelenggarakan ajang olahraga berskala internasional, melainkan memastikan setiap kegiatan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perputaran ekonomi lokal, sebagaimana terbukti pada penyelenggaraan MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
MotoGP Mandalika disebut sebagai contoh sukses dengan catatan dampak ekonomi mencapai Rp4,9 triliun. Keberhasilan ini diharapkan mampu memicu munculnya berbagai ikon olahraga lokal (local hero) yang mampu menggerakkan industri olahraga secara berkelanjutan, sekaligus menekan ketergantungan pada belanja anggaran pemerintah semata.
Sementara itu, perkembangan kawasan Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus menunjukkan progres positif. Hingga pertengahan 2026, tercatat 29 investor telah menanamkan modal dengan nilai investasi melebihi Rp6 triliun. Pembangunan fasilitas premium yang dilakukan oleh para investor baru ini diyakini akan semakin memperkuat posisi Mandalika sebagai pusat strategis ekonomi pariwisata Indonesia, sekaligus membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.