Dalam rangkaian peringatan ke-101 Hari Pers Revolusioner Vietnam, Akademi Politik Nasional Ho Chi Minh secara resmi menyelenggarakan malam penganugerahan Penghargaan Jurnalisme "Teori dan Inovasi" untuk pertama kalinya pada tahun 2026. Acara prestisius ini menjadi momentum penting bagi institusi untuk merayakan kontribusi intelektual para cendekiawan dan jurnalis di lingkup akademi dalam menyebarluaskan pemikiran politik serta kebijakan negara.

Sebanyak 158 naskah telah bersaing dalam ajang perdana ini, yang kemudian disaring oleh dewan juri menjadi 40 karya terpilih. Penghargaan ini mencakup berbagai kategori, mulai dari satu Penghargaan Khusus hingga apresiasi bagi penulis muda di bawah usia 40 tahun. Karya-karya tersebut berfokus pada tiga pilar utama, yaitu penelitian teoretis mendalam, rangkuman praktis pembangunan nasional, serta pengembangan manajemen dan kepemimpinan.

Profesor Madya Dr. Le Hai Binh, Wakil Direktur Tetap Akademi, menegaskan bahwa penghargaan ini bertujuan untuk menciptakan stimulan bagi kreativitas di tengah tantangan transformasi digital dan penetrasi kecerdasan buatan. Menurutnya, jurnalisme di lingkungan akademi kini dituntut untuk bertransformasi menjadi forum ilmiah yang lebih modern, profesional, dan mampu bersaing di kancah internasional tanpa meninggalkan landasan ideologisnya.

Lebih lanjut, pihak Akademi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sistem publikasi jurnal yang kini telah mencapai 18 judul. Upaya standardisasi melalui peninjauan sejawat (peer review) yang ketat akan terus diperkuat agar seluruh produk jurnalistik akademi dapat menjadi rujukan ilmiah nasional maupun global yang kredibel.

Acara ini diakhiri dengan seruan bagi seluruh insan pers di lingkungan akademi untuk terus menjaga tradisi jurnalisme revolusioner. Dengan memanfaatkan ekosistem komunikasi berbasis digital, para akademisi diharapkan dapat memberikan argumen ilmiah yang kokoh dalam mendukung perumusan kebijakan nasional serta menjaga integritas ideologi di era informasi yang sangat dinamis.